Sabtu, 27 Oktober 2007

Liquid Crystal Display (versi bahasa Indonesia 01)

Mengenal Liquid Crystal Display (LCD)

oleh : Iwan

Dalam kehidupan sehari-hari kita sudah mengenal istilah LCD. LCD merupakan akronim dari liquid crystal display atau bila diterjemahkan adalah display kristal cair. LCD banyak dimanfaatkan dalam teknologi display untuk berbagai aplikasi seperti monitor komputer, notebook, tv, handphone dan sebagainya. Berdasarkan hasil penelitian dan prediksi pasar dari society for information display (SID), LCD sejak tahun 1999 hingga tahun 2007 cukup dominan dalam menguasai pasar flat panel display (FPD) dibandingkan dengan pasar tv konvensional atau cathode ray tube (CRT).

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan liquid crystal itu? Kenapa kristal cair itu bisa dimanfaatkan untuk teknologi display yang sekarang ini cukup menguasai pasar dibandingkan dengan tv konvensional?

Kristal cair merupakan fase cair yang berada diantara fase kristal padat dan amorf cair. Maksudnya adalah ketika temperatur bertambah fase padat akan kehilangan keteraturan posisi namun orientasinya tetap, jadi kristal cair masih memiliki beberapa keteraturan secara parsial. Dari definisi tersebut kristal cair tergantung pada temperatur dengan rentang antara -20 C sampai 80 C, namun bisa juga lebih yaitu sekitar -30 C sampai 120 C. Bentuk molekul dari kristal cair yang terkenal adalah bentuk batang (rod shape) sedangkan bentuk lain yang sedang dikembangkan untuk meningkatkan kualitas sudut pengelihatan adalah bentuk piringan (disk like shape). Sedangkan fase di dalam kristal cair terdiri dari tiga fase yaitu, nematik, smektik, dan cholesterik.

Prinsip kerja dari LCD adalah polarisasi menggunakan pulsa listrik, ketika polarisasi berubah maka cahaya yang dihasilkan akan berubah. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 1.

Dari sifat cahaya yang dihasilkan LCD dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian yaitu, transmisi, transrefleksi, dan refleksi. Konsep dasar bagaimana LCD bekerja adalah fisika gelombang dan optik terutama tentang cahaya sebagai gelombang elektromagnetik, cahaya berhubungan dengan warna dan pengelihatan, dan polarisasi cahaya sebagai gelombang.

1 komentar:

Okti mengatakan...

kok gambarnya tidak ada?

oiya aku tertarik ttg teknologi display,
menurut Anda, apakah feasible kalau teknologi display di sebuah kaca yang dilapisi film dan dapat menayangkan sebuah konten gambar video tanpa menggunakan projector?

contoh kasusnya adalah seperti link berikut :
http://www.youtube.com/watch?v=kByrwkTWSjk

saya melihat ini tanpa projector, dan ternyata bisa dan sangat fenomenal

apakah pendapat Anda

oiya, perkenalkan aku Okti Nanto F, Alumni Teknik Mesin ITB

senang berkenalan dg Anda
dan bisa email balasan Anda ke alamt mail saya di : putraarka(at)gmail(dot)com

saya lagi mencari informasi bagaimana kasus di link diatas bisa bekerja

terimakasih & salam